Simak 2 Cara Menghitung Kebutuhan Pasir Untuk Lantai Termudah

  • Suriyadi Kolomarsi
  • May 17, 2023
cara menghitung kebutuhan pasir untuk lantai

Ketika membuat sebuah bangunan atau rumah ada banyak keperluan yang perlu diperhitungkan. Termasuk untuk pasir semen hingga berbagai perlengkapan lainnya. Begitu juga cara menghitung kebutuhan pasir untuk lantai wajib dilakukan secara teliti.

Dengan adanya hal ini tidak akan mungkin melenceng jauh dari perkiraan biaya yang telah dikeluarkan. Apalagi alokasi dana termasuk dalam hal serius untuk membuat atau merenovasi berbagai bangunan. Maka untuk itu berikut berbagai pembahasan perhitungannya:

Menghitung Kebutuhan Pasir Lantai

Penjelasan pertama tentunya berkaitan dengan cara menghitung kebutuhan pasir untuk lantai Dalam kasus tersebut sebenarnya disesuaikan dengan jenis lantai yang akan dibuat. Karena untuk ini sendiri terdapat berbagai jenis.

Termasuk diantaranya adalah lantai cor hingga untuk lantai yang terdapat di dalam bangunan. Pastinya dari segi kebutuhan pasir juga memiliki perbedaan yang mendasar sementara untuk itu berikut pembahasan lengkapnya:

1. Lantai Cor

Cara menghitung kebutuhan pasir untuk lantai pertama adalah jika memanfaatkan lantai cor. Biasanya untuk lantai cor ini ditujukan pada bagian area teras serta carport untuk banguna. Rumus atau caranya sendiri dengan mengalikan berapa jumlah volume beton.

Serta perbandingannya dengan koefisien pasir yaitu bergantung dari mutu beton yang dipakai. Contohnya saja untuk volume berkisar 20 m pangkat 3 sementara beton yang dipakai jenis 9.8 MPA dengan koefisien pasirnya 828.

Maka jika nilai keduanya ini dikalikan akan mendapatkan hasil 16.560 kg. Sementara jika dikonversikan dalam satuan kubik dibagi 1400 maka akan dihasilkan 11,8. 

2. Lantai Dalam Rumah

Berikutnya cara menghitung kebutuhan pasir untuk lantai yaitu bila melihat fungsi atau tujuannya. Misalnya dimanfaatkan pembangunan lantai yang letaknya di dalam rumah. Untuk ini sendiri biasanya memanfaatkan patokan standar dengan nilai 0, 045 m setiap meternya.  

Misalnya saja untuk rumah dengan lantai berkisar luasan 36 m2. Maka dari itu untuk volume pasir yang dibutuhkan cukup dikalikan dengan nilai standar maka akan dihasilkan 1,62 m3.

Manfaat Melakukan Perhitungan Kebutuhan Pasir

Selanjutnya akan diberikan pembahasan singkatnya terkait dengan manfaat dari perhitungan cara yang telah dijelaskan. Terutama untuk pengadaan pasir dalam pembuatan lantai bangunan atau rumah. Hal ini memang merupakan faktor yang tidak boleh dilewatkan oleh setiap orang.

Karena lantai juga merupakan unsur penting selain dari segi keindahan bangunan. Terutama untuk membuat orang merasa nyaman saat berada di dalam bangunan tersebut. Ditambah lagi dengan perhitungan matang .

Jadi tahu berapa modal yang harus dikeluarkan untuk membeli pasir. Dengan kata lain tidak akan ada kekurangan atau nilai lebih yang justru hanya akan membuang dana secara cuma-cuma alias mubazir.

Tapi dengan adanya perhitungan tersebut tentunya alokasi dana menjadi lebih tepat. Sehingga kekurangan dana yang sekiranya menjadi beban pikiran dapat diatasi dengan cara menyiapkan modal dasar atau berbagai hal lain.

Dengan mengetahui hal ini mungkin jika ada kelebihan dana dapat difungsikan untuk membeli berbagai peralatan atau kelengkapan lain. Misalnya untuk keramik semen atau berbagai kebutuhan lain terutama masih berkaitan dengan pembangunan rumah.

Jadi itulah pembahasan terkait dengan cara menghitung kebutuhan pasir untuk lantai. Berbagai cara ini dapat diaplikasikan jika ingin membuat lantai menjadi lebih baik. Terutama untuk posisinya entah itu carport atau untuk dalam bangunan.

Lantaran keduanya ini memiliki jumlah yang berbeda serta untuk cara pengerjaannya pun dianggap tidaklah sama. Tergantung dari kesukaan pemilik atau pembangun serta telah dibicarakan dengan tukang alias pekerja.

Author Profile

Suriyadi Kolomarsi
Suriyadi Kolomarsi
Suriyadi adalah Seorang ahli teknik sipil yang telah lama berkarier di bidang ini. Memiliki keinginan kuat untuk memahami dan menciptakan lingkungan yang lebih baik melalui ilmu teknik sipil dan arsitektur. Suriyadi mengejar pendidikan sarjana di bidang Teknik Sipil di Universitas Balikpapan, di mana memperdalam pengetahuannya tentang konstruksi bangunan dan infrastruktur.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Suriyadi mulai bekerja di sebuah perusahaan konsultan teknik yang terkenal. Ia terlibat dalam proyek-proyek besar, seperti pembangunan jembatan, gedung-gedung tinggi, dan proyek infrastruktur kota. Pengalamannya dalam menghadapi tantangan teknis dan praktis ini menjadi landasan kuat bagi pengetahuannya di bidang teknik sipil dan arsitektur.

Selain menjadi seorang praktisi teknik sipil yang berpengalaman, Suriyadi juga memiliki bakat dalam menulis. Ia memutuskan untuk berbagi pengetahuannya dan pengalamannya melalui sebuah blog yang dikelolanya dengan penuh dedikasi. Blog ini menjadi sumber informasi terpercaya bagi para pembaca yang tertarik dengan dunia teknik sipil, konstruksi, dan arsitektur. Di sana, ia berbagi artikel, panduan, dan pemahaman mendalam tentang tren terbaru dalam industri ini.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews kolomarsi.com

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *