Jenis Atap Rumah yang Tidak Panas, Nyaman dan Tampil Keren

  • Suriyadi Kolomarsi
  • Aug 25, 2023
jenis atap rumah yang tidak panas

Rumah adalah istana yang paling nyaman  untuk ditinggali. Salah satu faktor yang berperan adalah pemilihan jenis atap rumah yang tidak panas. Kondisi cuaca yang panas cukup membuat perasaan terganggu, karena membuat tubuh gerah dan berkeringat.

Tidak jarang membuat sulit untuk berkonsentrasi dan lebih cepat marah. Oleh sebab itu, rumah perlu dibuat lebih sejuk. Cara yang paling sederhana adalah menggunakan jenis atap yang mampu mencegah panas. Apa saja jenis-jenis atap yang direkomendasikan?

1. Tanah Liat

Atap yang dibuat dari bahan tanah liat kerap kali disebut genting. Jenis atap ini efektif untuk meminimalisir panasnya suhu udara, sehingga tidak heran menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia. Genting dibuat dengan beberapa tahap.

Mulai dari cetak, lalu dikeringkan, hingga dibakar dengan tungku sehingga atap genting menjadi lebih kuat dan bertahan lama. Dari segi harga pun masih cukup terjangkau. Namun sebelum memasang atapnya, wajib dilapisi dengan cat sehingga tidak cepat berlumut.

Pemasangan genting perlu ketelitian tinggi sehingga tidak bocor ketika hujan. Bahan rangka atapnya juga harus kuat sehingga sanggup menahan kencangnya terpaan angin. Genting adalah opsi tepat untuk dipadukan dengan berbagai desain rumah.

2. Aspal

Jenis atap rumah yang tidak panas selanjutnya adalah aspal. Pembuatan atap ini dilakukan dengan aspal serta fiberglass, yang lalu dilapisi dengan bahan mineral. Perpaduan tersebut membuat atap aspal lebih ringan, tahan api, angin, hingga anti jamur.

Menilik keunggulannya, tidaklah berlebihan jika harganya relatif mahal. Ada dua tipe yang dapat dipilih, yakni datar dan bergelombang. Pemasangannya pun lebih mudah dan bisa mencapai kemiringan 90 derajat sehingga efektif. Namun, jenis atap ini kurang ramah lingkungan.

3. Keramik

Membuat atap dari bahan keramik cukup banyak digunakan untuk menampilkan kesan mewah disertai nuansa glazur estetik. Atap yang dibuat dari bahan keramik ini memerlukan baut untuk pemasangannya, sehingga tidak mudah terlepas. Sebab, sistemnya menggunakan interlock layaknya genting.

Kelebihan bahan keramik yakni lebih awet, perawatannya minim, tahan api, dan lebih ramah lingkungan. Kendati demikian, keramik lebih mudah pecah, kurang cocok dipasang pada atap rumah yang kemiringannya melebihi 30 derajat. Selain itu juga kurang tahan terhadap angin.

4. Beton

Pilihan selanjutnya adalah beton. Umumnya, beton digunakan untuk rumah dengan nuansa modern minimalis untuk menambah nilai estetikanya. Dari segi harga pun, jenis atap rumah yang tidak panas ini terbilang cukup mahal.

Bahan pembuatannya adalah beton cor serta tulangan besi, membuatnya lebih awet dan tahan api. Begitu juga perawatannya yang minim sehingga praktis. Meski begitu, atap beton kurang bagus dalam menahan bobot yang berat dan angin kencang.

5. Metal

Opsi selanjutnya adalah atap yang dibuat dari bahan metal. Bahan ini nyaman, sehingga tidak hanya digunakan untuk rumah saja melainkan juga sekolah, toko, hingga bengkel. Terlebih, atap ini lebih awet dan mudah untuk dipasang.

Keunggulan lainnya yaitu bersifat anti pecah, bobot yang cukup ringan, tidak mudah terbakar, anti bocor, tahan angin, dan tentunya tidak panas. Pilihan tepat untuk rumah dengan atap kokoh dan awet, meski harganya terbilang mahal.

6. uPVC

uPVC termasuk jenis atap rumah yang tidak panas, sebab dibekali dengan banyak rongga udara. Dengan keberadaan rongga ini, membantu sirkulasi udara sehingga lebih lancar. Rumah akan terasa sejuk walaupun cuacanya panas.

Atap ini juga sangat kokoh, dan memiliki karakteristik bergelombang. Bentuk bergelombang ini berfungsi dalam penyerapan panas. uPVC tidak hanya menahan panas, namun masa pakainya pun panjang sehingga biaya pengeluaran lebih hemat.

Itulah informasi tentang berbagai jenis atap rumah yang tidak panas. Terlihat bahwa semua jenis atap memiliki nilai unggulnya masing-masing. Mulai dari segi harga, fungsi, tampilan, hingga keamanan. Pilihan tergantung dengan preferensi dan kemampuan pemilik rumah.

Author Profile

Suriyadi Kolomarsi
Suriyadi Kolomarsi
Suriyadi adalah Seorang ahli teknik sipil yang telah lama berkarier di bidang ini. Memiliki keinginan kuat untuk memahami dan menciptakan lingkungan yang lebih baik melalui ilmu teknik sipil dan arsitektur. Suriyadi mengejar pendidikan sarjana di bidang Teknik Sipil di Universitas Balikpapan, di mana memperdalam pengetahuannya tentang konstruksi bangunan dan infrastruktur.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Suriyadi mulai bekerja di sebuah perusahaan konsultan teknik yang terkenal. Ia terlibat dalam proyek-proyek besar, seperti pembangunan jembatan, gedung-gedung tinggi, dan proyek infrastruktur kota. Pengalamannya dalam menghadapi tantangan teknis dan praktis ini menjadi landasan kuat bagi pengetahuannya di bidang teknik sipil dan arsitektur.

Selain menjadi seorang praktisi teknik sipil yang berpengalaman, Suriyadi juga memiliki bakat dalam menulis. Ia memutuskan untuk berbagi pengetahuannya dan pengalamannya melalui sebuah blog yang dikelolanya dengan penuh dedikasi. Blog ini menjadi sumber informasi terpercaya bagi para pembaca yang tertarik dengan dunia teknik sipil, konstruksi, dan arsitektur. Di sana, ia berbagi artikel, panduan, dan pemahaman mendalam tentang tren terbaru dalam industri ini.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews kolomarsi.com

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *