Simak Jarak Anyaman Sesuai Ukuran Besi untuk Cor Dak serta Kegunaannya!

  • Suriyadi Kolomarsi
  • Jun 17, 2023
ukuran besi untuk cor dak

Ukuran besi untuk cor dak harus selalu diperhatikan dalam membangun sebuah rumah. Selain itu, jarak antara besi cor juga akan berpengaruh tergantung dari ukuran besi yang digunakan. Jangan sampai salah dalam memperhitungkan jaraknya.

Sebab, akan membahayakan penghuni yang akan menempati rumah tersebut. Apalagi jika rumah yang dibangun merupakan bangunan dua lantai, tentu saja perlu kecermatan dan ketelitian yang lebih agar tetap aman. Untuk menghindarinya, simak penjelasan berikut!

Kegunaan Besi untuk Cor Dak

Sebelum membahas mengenai jarak anyamannya sesuai ukuran besi agar lebih paham kegunaannya, terlebih dahulu pahami kegunaan besi untuk cor dak ini. Seperti yang diketahui bahwa untuk membuat sebuah bangunan seperti rumah memerlukan pondasi dan material lainnya yang kuat.

Hal itu berguna untuk menopang bangunan agar tetap kokoh dan kuat sehingga tidak membahayakan penghuninya. Besi ini berguna untuk memperkuat dan memperkokoh bangunan. Apalagi untuk rumah bertingkat pasti sangat perlu besi untuk menopangnya.

Selain itu, besi juga berfungsi untuk menahan gaya tarik. Hal ini cukup penting dilakukan agar kemampuan cor dak lebih kuat dalam menopang beban yang besar.

Jarak Anyaman Sesuai Ukuran Besi untuk Cor Dak

Membuat anyaman besi sebelum pengecoran dak tidak boleh asal-asalan tanpa memperhatikan jarak satu dengan lainnya. Karena ukurang besi yang berbeda-beda, maka jarak anyamannya pun harus disesuaikan. Adapun jarak yang ideal sesuai dengan ukuran besinya, yaitu:

1. Besi dengan Diameter 13 mm

Ukuran besi yang satu ini cukup besar dan bobotnya cukup berat. Karena bobot yang dimiliki cukup berat yaitu sekitar 1,04 kg sehingga bisa menopang beban yang lebih berat ketika mengecor rumah.

Jarak ideal yang harus diterapkan ketika menaruh anyaman besi adalah 250 mm. Jarak ini sebenarnya bisa digunakan oleh dua ukuran diameter besi.

Perbedaannya hanya terletak di beratnya saja, jadi besi dengan diameter ini jauh lebih kuat. Terutama untuk pembangunan gedung ataupun rumah bertingkat.

2. Besi dengan Diameter 12 mm

Selanjutnya untuk ukuran diameter 12 mm, jaraknya tidak berbeda dengan besi sebelumnya. Hanya saja berat yang mampu ditopang tidak lebih besar dari besi yang ukuran diameternya 13 mm.

Sebab, besi ini hanya memiliki berat sekitar 0,89 yang tentunya sedikit lebih ringan dari sebelumnya. Meskipun ukuran ini tidak menahan beban seberat diameter sebelumnya, tapi besi ini tetap bisa menopang beban yang cukup besar.

3. Besi dengan Diameter 10 mm

Pada besi dengan diameter 10 mm cocok digunakan untuk menciptakan sebuah struktur bangunan yang kokoh dan kuat menahan beban. Meskipun besi ini berukuran lebih kecil dibanding yang 12 dan 13 mm, namun tetap bisa dijadikan pondasi.

Hal ini dikarenakan ada besi lainnya yang berukuran lebih kecil daripada yang diameternya 10 mm. Sehingga jika dibandingkan dengan yang kecil, maka besi ini cocok sekali untuk dijadikan pondasi karena mampu menahan beban yang besar.

Bahkan besi diameter 10 mm ini termasuk material paling baik untuk membuat pondasi cakar ayam rumah dua lantai. Besi ini memiliki berat sekitar 0,62 kg dengan jarak idealnya yaitu 20 cm.

4. Besi dengan Diameter 8 mm

Ukuran besi yang terakhir adalah dengan diameter 8 mm. Besi ini terbilang kecil dibandingkan dengan ukuran-ukuran sebelumnya. Bobotnya pun cukup ringan hanya sekitar 0,39 kg.

Karena bobotnya yang ringan maka besi ini cocok digunakan untuk menopang beban yang tidak terlalu besar. Jarak anyamannya pun harus dibuat secara berdekatan agar lebih aman jika sudah di cor, yaitu sekitar 120 mm.

Sekian penjelasan mengenai jarak anyaman sesuai dengan ukuran besi untuk cor dak serta kegunaannya untuk bangunan. Jadi, para kontraktor harus menyesuaikan bangunan dengan ukuran besi dan juga jarak idealnya agar kokoh.

Author Profile

Suriyadi Kolomarsi
Suriyadi Kolomarsi
Suriyadi adalah Seorang ahli teknik sipil yang telah lama berkarier di bidang ini. Memiliki keinginan kuat untuk memahami dan menciptakan lingkungan yang lebih baik melalui ilmu teknik sipil dan arsitektur. Suriyadi mengejar pendidikan sarjana di bidang Teknik Sipil di Universitas Balikpapan, di mana memperdalam pengetahuannya tentang konstruksi bangunan dan infrastruktur.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Suriyadi mulai bekerja di sebuah perusahaan konsultan teknik yang terkenal. Ia terlibat dalam proyek-proyek besar, seperti pembangunan jembatan, gedung-gedung tinggi, dan proyek infrastruktur kota. Pengalamannya dalam menghadapi tantangan teknis dan praktis ini menjadi landasan kuat bagi pengetahuannya di bidang teknik sipil dan arsitektur.

Selain menjadi seorang praktisi teknik sipil yang berpengalaman, Suriyadi juga memiliki bakat dalam menulis. Ia memutuskan untuk berbagi pengetahuannya dan pengalamannya melalui sebuah blog yang dikelolanya dengan penuh dedikasi. Blog ini menjadi sumber informasi terpercaya bagi para pembaca yang tertarik dengan dunia teknik sipil, konstruksi, dan arsitektur. Di sana, ia berbagi artikel, panduan, dan pemahaman mendalam tentang tren terbaru dalam industri ini.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews kolomarsi.com

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *