Begini Cara Menghitung Kebutuhan Baja Ringan Atap Miring dengan Mudah

  • Suriyadi Kolomarsi
  • Mar 10, 2023
cara menghitung kebutuhan baja ringan atap miring

Penggunaan baju ringan ini memang kini menjadi pilihan bagi yang akan melakukan perbaikan atap. Oleh karenanya, cara menghitung kebutuhan baja ringan atap miring ini diperlukan untuk bangunan atap rumah yang lebih kuat dan awet.

Namun, pada dasarnya untuk dapat menggunakan baja ringan tentu juga harus tahu bagaimana cara untuk menghitungnya. Menilik dari sini, maka mari simak ulasan dibawah untuk informasi lengkapnya:

Mengenal Kelebihan Baja Ringan

Mempertimbangkan berbagai macam aspek tentu menjadi hal penting yang harus dilakukan bagi akan membangun atau pun memperbaiki bangunan rumah. Pertimbangan terkait penggunaan rangka atap rumah pun juga menjadi hal penting.

Seperti yang diketahui bahwasannya atap rumah memang menjadi bagian penting untuk melindungi seisi rumah. Menilik dari sinilah kemudian baja ringan sering dijadikan pilihan. Hal ini tentu tidak lepas dari berbagai keunggulannya dimana diantaranya adalah:

1. Tidak Mudah Lapuk

Keunggulan pertama dari penggunaan baja ringan sebagai rangka atap tentunya adalah kualitas dari besi baja itu sendiri. Baja ringan memiliki kualitas besi yang bagus dan lebih tahan lama bila dibandingkan dengan menggunakan rangka kayu.

Tentunya baja ringan juga lebih tahan terhadap perubahan musim dari hujan ke panas yang tidak dapat diprediksi. Hal inilah kemudian yang membuat baja ringan tidak mudah lapuk.

2. Lebih Awet

Baja ringan pun juga memiliki bahan penyusun yang lebih kuat bila dibandingkan dengan kayu sehingga penggunaannya bisa lebih lama. Seperti yang diketahui bahwa kayu seringkali menjadi santapan hewan-hewan kecil bila sudah lama.

Hal ini tentu berbeda dengan baja yang tidak mungkin dimakan oleh hewan kecil seperti rayap. Tentunya dengan begini, maka rangka atap pun bisa lebih awet digunakan puluhan tahun.

3. Presisi

Keuntungan lain yang membuat baja ringan bisa menjadi pilihan tepat adalah bentuknya yang sudah presisi. Pada saat dibuat tentu saja sudah diukur dan diperhitungkan panjang juga beratnya.

Hal ini kemudian akan menjadi keunggulan dari penggunaan rangka baja ringan sendiri. Nantinya pada saat pemasangan pun bisa lebih mudah dilakukan karena ukuran baja yang sudah presisi.

Bagaimana Perhitungan Pemasangan Baja Ringan pada Atap?

Seperti yang diketahui bahwasannya baja ringan memang sudah memiliki bentuk yang presisi sehingga lebih mudah digunakan. Namun, tentu mengetahui cara menghitung kebutuhan baja ringan atap miring pun juga penting.

Perhitungan ini diperlukan pada saat pemasangan baja ringan pada bentuk atap yang cenderung miring atau biasa berbentuk trapesium. Lalu, bagaimana cara menghitungnya? Mari simak ulasan dibawah:

1. Hitung Lebar serta Panjang Rumah

Poin pertama yang perlu dilakukan adalah menghitung terlebih dahulu panjang juga lebar dari rumah yang akan dipasang atap. Perhatikan juga ukuran yang pas untuk bagian atap yang akan menggunakan rangka baja ringan.

2. Tentukan Volume Baja

Poin berikutnya yang perlu diperhitungkan adalah pemilihan volume baja ringan yang akan digunakan. Hal ini menjadi perhitungan penting supaya nantinya baja ringan pun bisa dipasang sesuai dengan kebutuhan.

Cara menghitung kebutuhan baja ringan atap miring ini nantinya dapat dilakukan menggunakan rumus volume. Perhitungan menggunakan rumus bisa dilakukan dengan : V=(Panjang Bangunan + Overstek Genteng) x (Lebar Bangunan + Overstek Genteng) / Derajat Kemiringan dari atap Genteng (cos derajat).

3. Material Tambahan serta Sekrup

Perhitungan berikutnya yang tidak boleh terlewat adalah terkait perhitungan material tambahan yang akan digunakan untuk memasang baja ringan. Tentunya perhitungan berapa banyak skrup genteng yang akan digunakan juga penting.

Nantinya perhitungan skrup ini bisa menggunakan rumus :Skrup Genteng = Jumlah Genteng X12. Melalui perhitungan ini nantinya pemasangan baja ringan pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan skrup juga genteng yang akan digunakan.

Itulah tadi sekilas tentang cara menghitung kebutuhan baja ringan atap miring yang tentunya perlu dipertimbangkan dengan tepat. Tentunya pertimbangan inipun bukan hanya terkait perhitungan baja ringan saja namun juga berbagai aspek lain seperti skrup juga material lain.

Author Profile

Suriyadi Kolomarsi
Suriyadi Kolomarsi
Suriyadi adalah Seorang ahli teknik sipil yang telah lama berkarier di bidang ini. Memiliki keinginan kuat untuk memahami dan menciptakan lingkungan yang lebih baik melalui ilmu teknik sipil dan arsitektur. Suriyadi mengejar pendidikan sarjana di bidang Teknik Sipil di Universitas Balikpapan, di mana memperdalam pengetahuannya tentang konstruksi bangunan dan infrastruktur.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Suriyadi mulai bekerja di sebuah perusahaan konsultan teknik yang terkenal. Ia terlibat dalam proyek-proyek besar, seperti pembangunan jembatan, gedung-gedung tinggi, dan proyek infrastruktur kota. Pengalamannya dalam menghadapi tantangan teknis dan praktis ini menjadi landasan kuat bagi pengetahuannya di bidang teknik sipil dan arsitektur.

Selain menjadi seorang praktisi teknik sipil yang berpengalaman, Suriyadi juga memiliki bakat dalam menulis. Ia memutuskan untuk berbagi pengetahuannya dan pengalamannya melalui sebuah blog yang dikelolanya dengan penuh dedikasi. Blog ini menjadi sumber informasi terpercaya bagi para pembaca yang tertarik dengan dunia teknik sipil, konstruksi, dan arsitektur. Di sana, ia berbagi artikel, panduan, dan pemahaman mendalam tentang tren terbaru dalam industri ini.

Informasi lengkap dan menarik lainnya diĀ Googlenews kolomarsi.com

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *