Simak Cara Mengecat Tembok yang Lembab, Mudah Atasi Masalah

  • Suriyadi Kolomarsi
  • Feb 27, 2023
cara mengecat tembok yang lembab

Dalam pengecatan tembok, tidak jarang pengguna menemui kendala yang salah satunya adalah masalah tembok lembab. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan terkait cara mengecat tembok yang lembab. Hal tersebut penting diperhatikan untuk mendapatkan hasil maksimal.

Masalah tembok lembab biasanya ditemui jika musim penghujan tiba. Apalagi jika tembok tersebut berada pada tempat yang minim pencahayaan dan kurangnya sirkulasi udara yang memadai. Beberapa cara yang bisa dilakukan dalam hal tersebut di antaranya:

1. Memastikan Keadaan Tembok

Hal pertama yang bisa dilakukan pengguna sebelum memulai pengecatan adalah dengan memastikan keadaan temboknya terlebih dahulu. Tahapan awal ini penting diperhatikan agar proses pengecatan nantinya tidak sia-sia.

Tembok tersebut perlu dipastikan bersih, baik dari kotoran atau debu, bersih juga dari jamur dan hal lainnya yang bisa mengganggu proses pengaplikasian cat ke tembok. Di lain hal, terkadang beberapa keadaan tembok juga ditemui pengelupasan.

2. Menyiapkan Alat dan Bahan

Tahap berikutnya adalah menyiapkan alat dan bahan. Bukan hanya cat sebagai komponen utama, melainkan alat dan bahan lainnya perlu dipersiapkan juga. Setelah memastikan keadaan tembok, akan diketahui pula alat dan bahan apa yang bisa digunakan.

Jika tembok dalam keadaan terkelupas, pengguna bisa menyiapkan alat tambahan untuk meratakannya. Namun, jika tembok dalam keadaan lembab dan berjamur, tentu diperlukan alat dan bahan tambahan lainnya, seperti bahan penghilang jamur, sikat, kuas dan lain-lain.

3. Membersihkan dan Mengeringkan Media Pengecatan

Selanjutnya, terkait cara mengecat tembok yang lembab tentu dengan membersihkan dan mengeringkan media pengecatan tersebut. Pengguna dapat membersihkan tembok dengan cara mengamplasnya jika permukaan tembok tidak rata. Jika berjamur, pengguna bisa menyemprotkan cairan pembasmi jamur.

Selain itu, penyikatan pada tembok juga dapat dilakukan untuk memaksimalkan penghilangan jamur. Pengguna bisa memaksimalkan sirkulasi udara serta pencahayaan pada proses pengeringan dengan membuka akses sirkulasi udara seperti jendela dan pintu atau lubang ventilasi lainnya.

4. Melapisi Tembok dengan Bahan Cat yang Sesuai

Perkembangan zaman yang semakin modern, berdampak juga pada kehadiran berbagai macam jenis cat yang ada. Pengguna bisa memilih cat yang sesuai dengan kondisi temboknya walaupun hanya pemilihan cat dasar.

Pengguna dapat melapisi tembok dengan bahan cat yang sesuai, misalnya dengan penggunaan cat anti air atau anti rembes. Cat dengan bahan dasar yang tercampur anti bakteri maupun anti jamur juga bisa disesuaikan pemilihannya.

5. Melakukan Proses Pengecatan

Proses pengecatan dilakukan setelah melalui tahapan-tahapan sebelumnya. Aneka jenis cat beserta warnanya dapat dipilih sesuai dengan keinginan pengguna. Selain itu, teknik pengecatan yang sesuai juga harus dilakukan dengan baik dan benar.

Tingkat ketebalan pengecatan serta faktor lainnya perlu diperhatikan agar membantu mendapatkan hasil pengecatan yang baik. Terutama pada tembok yang memerlukan “perhatian” ekstra, seperti tembok lembab tersebut.

6. Tahap Finishing

Pada tahapan akhirnya atau finishing, sebaiknya tidak dilewatkan pengguna dalam proses pengecatan yang telah dilakukan sedari awal. Tahap ini dapat membantu memberikan hasil yang optimal dengan memperhatikan hal-hal terkait pengecatan tersebut.

Hal tersebut bisa berupa penambahan cat di bagian yang kurang, pembersihan sisa pengecatan yang berantakan, atau membantu memaksimalkan pengeringan cat jika tempat atau ruangannya tidak cukup memadai. Misalnya, dengan membantu menganginkan ruangan setelah selesai dicat.

Bantuan pengeringan tersebut harus dipastikan jika ruangan yang temboknya dicat, telah rapi. Terutama dilakukan pada tembok yang berpotensi lembab tersebut. Bisa menggunakan angin buatan maupun angin alami dari sumber ventilasi/sirkulasi udara yang ada.

Dengan mengetahui cara mengecat tembok yang lembab, pengguna bisa menerapkan hal tersebut jika diperlukan untuk urusan pengecatan huniannya sendiri. Tahapan yang sesuai tentu akan membantu memberikan hasil pengerjaan yang maksimal. Kenyamanan pun bisa didapatkan nantinya.

Author Profile

Suriyadi Kolomarsi
Suriyadi Kolomarsi
Suriyadi adalah Seorang ahli teknik sipil yang telah lama berkarier di bidang ini. Memiliki keinginan kuat untuk memahami dan menciptakan lingkungan yang lebih baik melalui ilmu teknik sipil dan arsitektur. Suriyadi mengejar pendidikan sarjana di bidang Teknik Sipil di Universitas Balikpapan, di mana memperdalam pengetahuannya tentang konstruksi bangunan dan infrastruktur.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Suriyadi mulai bekerja di sebuah perusahaan konsultan teknik yang terkenal. Ia terlibat dalam proyek-proyek besar, seperti pembangunan jembatan, gedung-gedung tinggi, dan proyek infrastruktur kota. Pengalamannya dalam menghadapi tantangan teknis dan praktis ini menjadi landasan kuat bagi pengetahuannya di bidang teknik sipil dan arsitektur.

Selain menjadi seorang praktisi teknik sipil yang berpengalaman, Suriyadi juga memiliki bakat dalam menulis. Ia memutuskan untuk berbagi pengetahuannya dan pengalamannya melalui sebuah blog yang dikelolanya dengan penuh dedikasi. Blog ini menjadi sumber informasi terpercaya bagi para pembaca yang tertarik dengan dunia teknik sipil, konstruksi, dan arsitektur. Di sana, ia berbagi artikel, panduan, dan pemahaman mendalam tentang tren terbaru dalam industri ini.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews kolomarsi.com

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *